SEKILAS INFO
: - Minggu, 28-11-2021
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
Metode Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Islam

Pendidikan karakter seharusnya berangkat dari konsep dasar manusia yaitu fitrah. Setiap anak dilahirkan menurut fitrahnya, yaitu memiliki akal, nafsu (jasad), hati dan ruh. Pendidikan agama Islam adalah untuk kemajuan masyarakat baik sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial sehingga dalam agama Islam memandang pendidikan sebagai suatu aspek yang memegang peranan penting dalam memanusiakan manusia. Di dalam Islam secara jelas Nabi Muhammad SAW mengisyaratkan lewat sabdanya yang berbunyi:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ: ” مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

Rasulullah SAW bersabda : “Setiap anak lahir (dalam keadaan) Fitrah, kedua orang tuanya (memiliki andil dalam) menjadikan anak beragama Yahudi, Nasrani, atau bahkan beragama Majusi.” (HR. Bukhari)

Setiap anak yang lahir pada dasarnya adalah suci atau pun membawa potensi dasar yang dapat dikembangkan, jika anak dibesarkan dengan penuh bimbingan Islami maka anak akan tumbuh dengan cara dan norma yang Islami begitu pula sebaliknya. Dalam mewujudkan masyarakat yang penuh dengan norma-norma yang manusiawi sebagai sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial maka diperlukan adanya pendidikan dan pengajaran yang baik yaitu pendidikan dan pengajaran Islam, dengan tujuan agar siswa mampu mengamalkan ajaran Islam secara benar sesuai dengan ajaran Islam.

Karakter tidak terbentuk secara instan, pendidikan karakter memerlukan pembiasaan. Pembiasaan untuk berbuat baik, pembiasaan untuk berlaku jujur, ksatria, malu berbuat curang, malu bersikap malas, dan lain-lain agar mencapai bentuk dan kekuatan yang ideal sesuai dengan norma-norma yang berlaku.

Dalam Islam terdapat beberapa istilah yang sangat tepat digunakan sebagai pendekatan pembelajaran untuk membentuk karakter para peserta didik. Konsep-konsep itu antara lain Tilawah, Taklim, Tarbiyah, Ta’dib, Tazkiyah dan Tadrib

  1. Tilawah

Untuk mengembangkan kemampuan membaca, dikembangkan metode tilawah, tujuannya agar anak memiliki kefasihan berbicara dan kepekaan dalam melihat fenomena.

  1. Ta’lîm

Ta’lîm terkait dengan pengembangan kecerdasan intelektual (Intellectual Quotient). Metode ta’lîm, yaitu sebuah metode pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menekankan pada pengembangan aspek kognitif melalui pengajaran. Dalam pendidikan akal ini sasarannya adalah terbentuknya anak didik yang memiliki pemikiran yang kreatif dan inovatif.

  1. Tarbiyah

Tarbiyah menyangkut kepedulian dan kasih sayang secara naluri yang didalamnya ada asah, asih dan asuh. Metode tarbiyah digunakan untuk membangkitkan rasa kasih sayang, kepedulian dan empati dalam hubungan interpersonal antara guru dengan murid, sesama guru dan sesama siswa. Implementasi metode tarbiyah dalam pembelajaran mengharuskan seorang guru bukan hanya sebagai pengajar, melainkan melainkan juga mendidik siswa-siswinya kearah penanaman moral

  1. Ta’dîb

Ta’dîb terkait dengan pengembangan kecerdasan emosional (Emotional Quotient). Metode ta’dîb digunakan untuk membangkitkan kalbu (EQ) dalam diri anak didik. Ta’dîb lebih berfungsi pada pendidikan nilai dan pengembangan iman dan taqwa. Dalam pendidikan kalbu ini, sasarannya adalah terbentuknya anak didik yang memiliki komitmen moral dan etika.

  1. Tazkiyah

Tazkiyah terkait dengan pengembangan kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient). Metode tazkiyah digunakan untuk membersihkan jiwa (SQ). Tazkiyah lebih berfungsi untuk mensucikan jiwa dan mengembangkan spiritualitas. Dalam pendidikan Jiwa sasarannya adalah terbentuknya jiwa yang suci, jernih dan bahagia.

  1. Tadrîb

Tadrib terkait dengan kecerdasan fisik atau keterampilan (Physical Quotient atau Adversity Quotient). Metode tadrîb (latihan) digunakan untuk mengembangkan keterampilan fisik, psikomotorik dan kesehatan fisik. Sasaran  dari tadrîb adalah terbentuknya fisik yang kuat, cekatan dan terampil.

Implementasi pendidikan karakter dalam Islam, tersimpul dalam karakter pribadi Rasulullah SAW. Dalam pribadi Rasul, tersemai nilai-nilai akhlak yang mulia dan agung. Al Qur’an dalam surat Al Ahzab ayat 21 mengatakan:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”

TINGGALKAN KOMENTAR